An exploration of Lampung’s rich textile heritage and the traditions woven into its distinctive tapis.
Di antara berbagai kisah pribadi dan ikatan emosional yang membentuk identitas Suak, terdapat sebuah koleksi ekstensif kain Tapis Lampung yang dikumpulkan secara telaten selama lebih dari tiga dekade oleh salah satu pemilik resort, Greg Pankhurst.
Menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di Indonesia, Greg membangun ikatan yang sangat mendalam dengan negeri ini, khususnya dengan kawasan Lampung. Selama bertahun-tahun, ikatan tersebut tumbuh menjadi gairah dan kecintaan pada kebudayaan, kerajinan tangan, serta tradisi lokal, disertai keinginan kuat untuk membantu melestarikannya.
Di antara berbagai kisah pribadi dan ikatan emosional yang membentuk identitas Suak, terdapat sebuah koleksi ekstensif kain Tapis Lampung yang dikumpulkan secara telaten selama lebih dari tiga dekade oleh salah satu pemilik resort, Greg Pankhurst.
Menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di Indonesia, Greg membangun ikatan yang sangat mendalam dengan negeri ini, khususnya dengan kawasan Lampung. Selama bertahun-tahun, ikatan tersebut tumbuh menjadi gairah dan kecintaan pada kebudayaan, kerajinan tangan, serta tradisi lokal, disertai keinginan kuat untuk membantu melestarikannya.
Di antara berbagai kisah pribadi dan ikatan emosional yang membentuk identitas Suak, terdapat sebuah koleksi ekstensif kain Tapis Lampung yang dikumpulkan secara telaten selama lebih dari tiga dekade oleh salah satu pemilik resort, Greg Pankhurst.
Menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di Indonesia, Greg membangun ikatan yang sangat mendalam dengan negeri ini, khususnya dengan kawasan Lampung. Selama bertahun-tahun, ikatan tersebut tumbuh menjadi gairah dan kecintaan pada kebudayaan, kerajinan tangan, serta tradisi lokal, disertai keinginan kuat untuk membantu melestarikannya.
Di antara berbagai kisah pribadi dan ikatan emosional yang membentuk identitas Suak, terdapat sebuah koleksi ekstensif kain Tapis Lampung yang dikumpulkan secara telaten selama lebih dari tiga dekade oleh salah satu pemilik resort, Greg Pankhurst.
Menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di Indonesia, Greg membangun ikatan yang sangat mendalam dengan negeri ini, khususnya dengan kawasan Lampung. Selama bertahun-tahun, ikatan tersebut tumbuh menjadi gairah dan kecintaan pada kebudayaan, kerajinan tangan, serta tradisi lokal, disertai keinginan kuat untuk membantu melestarikannya.
Menginap di Hari Kerja
2.300.000 / Malam